Antara Deg-Degan, Cemas, Panik, Puas dan Senang

Saat SMA, memasuki bulan Januari berarti memasuki bulan regenerasi (pergantian kepengurusan) atau yang biasa disebut dengan sertijab (Serah Terima Jabatan). ya, khususnya untuk Paskibra SMAN 6 Kota Bekasi melaksanakan Musyawarah Paskibra SMAN 6 Kota Bekasi (MUPASNA). Dua tahun yang lalu, tepatnya tanggal 7 Januari 2010, kejadian ini berlangsung.

Saat saya melihat jam tangan, jam telah menunjukkan pukul 06:35, telat 35 menit dari jadwal kumpul seharusnya. Ya, jadwal kumpul seharusnya pukul 06:00 WIB. Bukannya disengajain telat, tapi saat malam mungkin bisa dibilang saya panik akan menjadi Ketua Sidang Mupasna kali ini dan terlebih lagi saya dijadikan Calon Ketua Umum (CAKETUM). Padahal hari-hari sebelumnya tidak seperti ini, tetapi kenapa saat malam itu saya benar-benar panik? Itu dikarenakan visi, misi dan yel-yel. Jujur saya mempunyai cerita yang lucu saat SMP makanya saya tidak ingin mengulangi kejadian tersebut😀 Alhasil malamnya pun tidur terlambat dan bangun juga terlambat.

*oke dilanjut ceritanya* Memasuki gerbang sekolah saya telah melihat beberapa orang angkatan 15 dan angkatan 16. Setelah nyamperin anak-anak dan meminta maaf kepada mereka karena saya terlambat ( dalam hati sih sebenernya seneng gak dapat jatah push up pagi hari hehe😀 ), saya langsung ikut merapikan kelas yang akan di pakai menjadi ruang sidang dan langsung memakai atribut untuk Pakaian Dinas Harian (PDH) (*atributnya: LH, LK, Nametag, Evolet, dasi dan garuda, kalau yang merasa anak Paskibra pasti sudah tau). Loh kenapa gak dipakai dari rumah saja? UDAH TERLAMBAT dan PUSH UP. Itu yang ada dipikiran saya hahaha😀 (Bagi yang baca nanti jangan malah jadi takut masuk Paskibra gara-gara push up, ketika kita melakukan yang dilarang oleh Tuhan, pasti ada sanksinya. Begitu juga dengan Paskibra, ketika kita melakukan kesalahan, pasti ada sanksi yang harus kita terima. Tetapi dari sinilah kita belajar arti dari KEDISIPLINAN).

*lanjut cerita* Jam telah menunjukkan waktu 09:00 WIB. Seharusnya sekarang udah masuk ruang sidang, tetapi dikarenakan Pembina dan Wakasek terlambat hadir, jadinya harus menunggu. Pukul 09:15, Rinaldho Nurwansyah (yang selanjutnya saya panggil Rinal) selaku ketua pelaksana acara mengabarkan bahwa Pembina berhalangan untuk hadir karena masih di luar kota dan tidak lama kemudian Wakasek pun datang, langsung jadi agak deg-degan. SEBENTAR LAGI SIDANG dan PERKENALAN CAKETUM. Itu yang terlintas di otak saya. Saya bukan orang yang diajarkan bagaimana tata cara sidang, maka dari itu saya bisa begini, dan saya belajar sidang secara otodidak selama 15 menit setelah saya memimpin sidang hahaha😀 ( dan ternyata berbakat juga lho saya hehe🙂 ). Setelah semuanya memasuki ruang sidang dan ada sambutan ini itu, tibalah penyerahan palu sidang dari ketua sidang tahun 2009, Kang Rahmadi ke ketua sidang tahun 2010, saya sendiri. Mengambil Palu Sidang, difoto, lalu duduk di kursi panas. Ya kursi ketua sidang memang panas. Saat itu saya memanggil Nabilla Kalis Agviatri (yang selanjutnya saya pangil bibil) sebagai sekretaris sidang dan Arum  Kusumawardhani (yang selanjutnya saya panggil Arum) sebagai notulen.

Agenda sidang pertama yaitu mendengarkan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) kepengurusan periode 2009/2010 yang dipimpin oleh Fujiyama Sunarti (yang selanjutnya saya panggil Teh Fuji) dilanjutkan tanya jawab tentang kepengurusan mereka. ditengah pembacaan sidang saya memperlihatkan Bibil dan Arum sekarang sudah pukul berapa dan beberapa jam lagi kita akan disiram pertanyaan. Pertanyaan yang kadang bisa membuat mati kutu kalau tidak bisa bepikir dengan cepat. Seperti ditodong pisau ke leher sembari pembunuh tersebut menanyakan “PILIH HIDUP ATAU MATI”. sontak Bibil dan Arum yang semenjak mulai sidang sudah mulai tenang, panik kembali ( setidaknya saya sukses bikin teman saya panik biar saya ada teman paniknya hehe😀 ) Pukul 11:30 WIB, akhirnya LPJ kepengurusan periode 2009/2010 dapat diterima baik oleh peserta sidang dan selanjutnya dilanjutkan dengan sidang komisi. *KETOK PALU 2x* *tanda sidang di skors* Dimasa seperti akhirnya saya menyadari kerja sebagai ketua sidang memang tidak mudah. Keputusan akhir terletak ditangan ketua sidang jadi ketua sidang tidak boleh mengambil keputusan dengan sewenang-wenang tanpa memikirkan kedepannya.

Saat sidang diskors, dua orang perwakilan dari Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kota Bekasi, Naufal Hadiyanto (yang selanjutnya saya panggil Toto) dan Mas Aji Rizki Widjayanto (yang selanjutnya saya panggil Aji (panggilan semenjak SMP) a.k.a Jaya (panggilan PPI)) memangil saya. Mereka mengoreksi cara saya memimpin sidang, dan alhamdulillah saya menerima koreksian mereka saat sidang selanjutnya berlangsung.

pukul 11:55 WIB, skors saya cabut dan sidang dilanjutkan kembali. Berhubung waktu udah mepet untuk ishoma, maka sidang ditunda sampai pukul 13:00 WIB. Karena tanggal 7 Januari 2010 juga merupakan Hari Ulang Tahun Paskibra SMAN 6 Kota Bekasi yang ke-16, makanya saat istirahat makan siang, kami juga sekalian mengadakan syukuran. Nah ini dia fotonya.

*kika: Teh Aini, Teh Fuji, Teh Listy, Kang Rahmadi, Teh Nita

Pemotongan Kue Ulang Tahun

Penyerahan Potongan Kue Pertama Kepada Ketua Umum Paskibra

Acara Syukuran HUT Paskibra SMAN 6 Kota Bekasi

Waktu menunjukkan pukul 1 siang kembali saya membuka sidang yang sempat tertunda. Agendanya yaitu pembahasan sidang komisi. Sidang komisi sendiri terbagi menjadi 3 kelompok. Sidang komisi A membahas tentang AD/ART Paskibra SMAN 6 Kota Bekasi, sidang komisi B membahas tentang Kriteria Calon Pengurus Organisasi Paskibra SMAN 6 Kota Bekasi dan sidang komisi C membahas tentang Program Kerja Paskibra SMAN 6 Kota Bekasi untuk Periode 2010/2011. Ya, disinilah hal yang paling membuat capek ketua sidang. Disinilah pembahasan yang membuat pusing terutama untuk lambang. Karena lambang yang lama akan diganti dengan lambang Paskibra SMAN 6 Kota Bekasi yang baru. Bukan gambarnya saja yang bikin bingung, tetapi arti dari lambang tersebut juga membuat bingung. Karena sejatinya lambang dan arti lambang akan mencerminkan sikap dan kepribadian Paskibra SMAN 6 Kota Bekasi. Makanya dalam pembuatannya juga tidak boleh mengasal.

Saat ingin mengesahkan sidang komisi B bahwa hasilnya telah disetujui oleh peserta sidang, hal memalukan pun terjadi. Kepala dari palu sidang lepas dari gagangnya. Untung tidak hilang kalau hilang reputasi saya sebagai ketua sidang akan hancur. Semenjak itu saat akan mengesahkan dan mengetok palu, saya selalu antisipasi dengan memegang kepala dari palu tersebut agar kepala dan gagangnya tidak terlepas lagi.

Kira-kira pukul setengah 3 siang sidang komisi telah selesai dan saya menutup sidang karena sidang dinyatakan telah selesai. Vidi Saputra (yang selanjutnya saya panggil Vidi) pulang karena ada les kalau tidak salah. Toto dan Aji a.k.a Jaya pun juga pulang karena akan ada acara keluarga.

Selanjutnya Teh Fuji mengambil alih untuk membawakan acara dan mungkin ini adalah acara yang paling ditunggu-tunggu oleh semua pihak. PERKENALAN CAKETUM dan PEMILIHAN KETUA UMUM. Tidak bisa disangkal angkatan saya yaitu angkatan 15 menjadi panik dan beberapa nama terpilih untuk memperkenalkan diri sebagai CAKETUM. Saya, Rinal, Bibil, Sarah, Arum dan Linda. Tahap pertama hanya memperkenalkan nama, angkatan dan kecabangan. Selanjutnya kita dibimbing oleh Teh Fuji ke suatu ruang kelas untuk mempersiapkan diri. Di ruangan ini, kita yang terpilih deg-degan dan panik menghadapi situasi ini. Persiapan diri dengan sebaik mungkin untuk mengahadapi pertanyaan-pertanyaan dan mulai menghapalkan visi dan misi.

Masuk kembali ke ruang sidang dan kami menyatakan visi dan misi kami satu persatu. Walaupun mereka yang didepan ini tidak pernah mengatakan mereka deg-degan, tetapi saya dapat melihat dari raut wajah mereka bahwa mereka sekaligus saya deg-degan berada di ruangan ini. Pertanyaan demi pertanyaan terlontar dari peserta sidang dan jawaban demi jawaban terlontar dari mulut kami berenam. Tahap pertama selesai dan saya merasa akan gagal karena satu pertanyaan tidak terjawab. Kami kembali ke ruang kelas dan kami merasa telah bebas  tahap. Tapi kami tidak dapat bersenang-senang karena tiba-tiba Rinal menanyakan kepada Teh Fuji dengan kalimat seperti ini “Teh, yel-yel enggak teh?” | Teh Fuji: “Oh iya, yaudah siapin yel-yel gih”. Disitu saya mengetahui satu hal bahwa Rinal tampak menyesal dengan pertanyaannya itu.

Kami lanjut memasuki ruang sidang dan *jeng… jeng… jeng… jeng..* Arum dan Linda tereliminasi. Jadi sisa kandidat tinggal Saya, Rinal, Bibil dan Sarah. Kami berempat kembali disuap dengan berbagai pertanyaan. pertanyaan terakhir ini yang menentukan keteguhan hati kami. Tetapi sayang Sarah malah terkena jebakan dimana dia mengatakan “Saya memilih Akbar karena dia memiliki integritas yang tinggi”. Demi apapun, saya kaget saat Sarah menjatuhkan dirinya sendiri. Dalam hati saya, ini anak kenapa sampai bisa mengatakan seperti itu?

Setelah menjawab pertanyaan tersebut kita disuruh menampilkan yel-yel kita masing-masing. Disini saya jadi merasa gagal karena yel-yelnya jadi tidak menentu arah nadanya. Ini dikarenakan saya membuat 2 yel-yel dengan lirik yang sama tetapi dengan nada yang berbeda. Alhasil yang saya tampilkan dengan nada gabungan.

Pemilihan Ketua Umum. Hasilnya keluar dan *jeng… jeng… jeng… jeng…* Bibil terpilih menjadi Ketua II, Rinal terpilih menjadi Ketua I, dan saya terpilih menjadi Ketua Umum. Saya merasa tidak percaya padahal menurut saya sendiri yang akan terpilih menjadi Ketua Umum itu adalah Rinal.

*di luar ruangan hujan masih tetap setia membasahi bumi*

Berikut foto para ketua terpilih.

Para Ketua Terpilih

*kika: Ketua II, Ketua Umum, Ketua I

Tampak Belakang

Antara Senang dan Puas

Inilah foto saat Serah Terima Jabatan.

Serah Terima Jabatan Ketua II

Pergantian Kepengurusan Ketua II

Serah Terima Jabatan Ketua I

Penyerahan Kepengurusan Ketua I

Serah Terima Jabatan Ketua Umum

Penyerahan Kepengurusan Ketua Umum

Kami Siap Memegang Amanah

Setelah apa yang telah saya dan teman-teman angkatan 15 alami ini, seperti biasa kami bermain kerumah bibil. Karena pada lapar akhirnya kami membuat mie rebus untuk dimakan bareng-bareng dan itu sangat nikmat sekali. Kenapa? Karena si pembuat mie nya yaitu Linda Maedikaningsih menambahkan sambal hampir sebotol. Tapi tenang kami tidak kenapa-kenapa karena sambalnya tidak pedas hahaha😀

Dan saat ini, setelah dua tahun kejadian itu, saya ingin kembali ke masa itu dan mengulangnya lagi bersama mereka, ANGKATAN 15 PASKIBRA SMAN 6 KOTA BEKASI. Semoga mereka tetap mengingat dan merindukan moment ini. Dan semoga Tuhan melindungi mereka dalam keadaan apapun dan dimanapun mereka berada. Amin🙂

~Akbar~

About Aulia Akbar ' s Blog

Seorang Pemuda yang bercita-cita agar berguna bagi Agama, Nusa, Bangsa dan Negara Indonesia
This entry was posted in Mupasna 2010. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s