Curahan hati di Malam hari

Iseng-iseng gak tau mau nulis apa, jadi ya bikin curahan hati aja. Sengaja di buat disini biar orangnya baca sih hehehe🙂 . Sebenarnya saya lagi proses pendekatan dengan seorang perempuan. Tapi yang sangat disayangkan kenapa saya bisa jatuh cinta dengan seorang perempuan yang udah punya pacar. Tadinya sih mau ngerebut si doi langsung biar bisa berstatus pacaran dengan si doi tapi saya mengenal baik cowoknya. gak mungkin dong saya rebut. Kalau direbut, kemungkinan pacarnya akan bilang ke orang lain “ternyata dia (maksudnya disini saya) itu tukang ngerebut pacar orang”, bisa-bisa saya akan dicap dengan berprilaku jelek dimata orang lain dan kalo gak direbut kemungkinan orang akan berkata “yah cemen lo ul” , “yah gak laki lo bar” , “udah sih rebut aja. si doi sama cowoknya juga beda daerah ini”). Nah disini bedanya saya dengan orang yang mengatakan demikian. Prinsip saya adalah tidak akan berpacaran dengan orang yang sudah memiliki pacar. Kenapa dengan demikian?

Di dunia ini ada yang namanya hukum karma. Mungkin dalam islam tidak mempercayai hukum karma. Hukum karma ini sama dengan hukum sebab akibat (teori saya lho hukum sebab akibat hehe🙂 ). Sebab akibat, yang berarti ada sebab berarti ada akibat. Sama seperti pelajaran bahasa Indonesia di SMP atau di SMA. Ya di dunia ini apa yang kita lakukan pasti akan ada balasannya.

Sama seperti agama juga. Ada surga ada neraka. Surga untuk orang yang melakukan kebaikan, neraka untuk orang yang melakukan keburukan. Contoh lainnya, sebab: memberikan sedekah tanpa pamrih ; akibat: saat tertimpa musibah, kita yang akan mendapatkan sedekah dari orang lain (kalau gak percaya dengan contoh yang kedua, cobain aja. Bersedekah nikmat kok). Contoh ketiga, seperti di Paskibra, sebab: melakukan kesalahan gerakan ; akibat: akan ditegur atau kalau tidak bisa sampai 5-10 kali ya di push up 1 atau 2 seri (1 seri = 10x). Atau contoh yang terakhir, sebab: merebut barang milik orang lain ; akibat: suatu saat, barang kita yang akan direbut sama orang lain.

Nah, kisah saya ini seperti contoh yang terakhir. Apabila saya mengambil doi dari pacarnya, suatu saat pacar saya, akan diambil oleh orang lain. dan balasannya tidak sama. balasannya bisa 2 atau 3 kali lipat dari yang diperkirakan. Mendingan mana coba, diambil orang saat masih pacaran, saat udah tunangan, atau saat hari H menikah? Sebenarnya sih gak ada yang enak dari ketiganya cuma yang paling mendingan ya yang pertama, diambil orang saat masih pacaran. Kan masih bisa nyari calon istri lagi hahaha😀

~Akbar~

About Aulia Akbar ' s Blog

Seorang Pemuda yang bercita-cita agar berguna bagi Agama, Nusa, Bangsa dan Negara Indonesia
This entry was posted in curhat. Bookmark the permalink.

One Response to Curahan hati di Malam hari

  1. nadila natasya says:

    Ahbib habibaka haunamma ..

    Jika cinta tak bersambut, KEMBALIKANLAH kepada Dzat yg menciptakan dan menebarkan cinta cinta di bumi ini. Murnikan kembali. karena disanalah CINTAMU tidak akan pernah disia siakan! tidak akan pernah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s